Change Language

Search

8 Apr 2013

Efek Negatif Belajar Telekinesis

Tips Telekinesis
Sesuatu tentu ada kelebihan dan kekurangannya, termasuk belajar telekinesis. Analisa dibawah ini adalah efek negatif belajar telekinesis menurut pengalaman saya sendiri, jadi mungkin berbeda dengan Anda.

Seperti yang telah saya bahas dalam artikel-artikel telekinesis sebelumnya, bahwa belajar telekinesis adalah belajar konsentrasi terhadap satu hal dan dengan mengabaikan konsentrasi yang lain. Padahal secara wajar konsentrasi kita dalam kegiatan sehari-hari cenderung lebih dari satu hal, dengan kata lain, pikiran kita cenderung bercabang.



Sebagai contoh ketika kita makan, kita menggerakkan organ tubuh kita seperti tangan, mulut, lidah dan lain-lainnya dengan kontrol pikiran kita, bersamaan dengan hal itu pikiran kita juga merespon apa yang dirasakan lidah, bahkan kita juga harus konsentrasi pada obrolan teman kita. Belum lagi reflek kita terhadap sesuatu disekitar kita.

Kalau kita renungkan, seandainya dalam hidup ini kita hanya bisa fokus pada satu hal pada satu waktu, maka alangkah kacaunya hidup kita. 

Efek Negatif Belajar Telekinesis

Ketika dulu saya sedang rajin-rajinnya berlatih telekinesis, saya merasa bahwa penulis sering lupa. Entah ini ada hubungannya dengan latihan telekinesis atau tidak. Tetapi, itu sering terjadi. Seandainya ada hubungannya antara lupa dan telekinesis, menurut saya, itu wajar karena memang dalam telekinesis kita mengerahkan energi kita untuk fokus pada satu hal, sehingga kita sering mengabaikan hal yang lain. Nah, faktor mengabaikan itulah yang menyebabkan kita sering lupa dalam kegiatan sehari-hari kita sebab kita hanya merespon pada satu kepentingan dan tidak memperhatikan kepentingan yang lain.

Kalau boleh menyarankan, sebaiknya jangan berlebih-lebihan dalam berlatih telekinesis. Semangat boleh, tetapi jangan sampai merubah kenormalan kita. Bukankah sesuatu yang berlebihan itu tidak baik? Itulah yang saya alami ketika berlebihan dalam belajar telekinesis. Sekali lagi, ini merupakan opini saya. Bisa benar, bisa salah.. (Atau mungkin saya memang udah pikun atau bawaan. He..he..). Semoga dapat menjadi pertimbangan dan menjadikan manfaat.

http://tutorialtelekinesis.blogspot.com/

10 komentar:

  1. Saya tau bang, cuman rasanya mubazir jika tidak kita pake sisa kemampuan otak kita ini. Dengar2 otak manusia rata2 hanya terpakai kurang dari 5% kemampuan aslinya.

    Sehingga saya punya kemauan untuk terus mengembangkannya walaupun masih belum bisa.

    Tapi bener juga sih harus tidak sembarangan, seperti diberitakan kebanyakan digunakan untuk kepentingan jahat , contoh telepati untuk mengambil sesuatu dari korban.

    BalasHapus
  2. Yang terpenting menurut saya latih dulu, asah kemampuan otak kanan sebagai pusat intuitif dan imajinatif kita sehingga akan mudah belajarnya.

    BalasHapus
  3. mas saya mau nanya tentang pengalaman yang aneh.,.,

    waktu itu saya bersentuhan kulit tangan dengan teman saya dan ketika bersentuhan terasa ada setrum sontak kami ber2 kaget. saya kira temn saya lagi pegang laptop atau apa yang bisa menghantarkan listrik ketika saya tanaya tidak ada.,.,

    trus saya lanjut lagi pelipis mata saya bersentuhan dengan kulit tangan teman saya tiba2 tersa tersetrum dan menyala seperti listrik konslet.,.

    terus saya cba tempelkan telinga di paha belakang teman saya yg pake celana jeans saya mendengar kaya suara aliran listrik bergemuruh.,.,

    itu kenapa ya mas? apa ada hubungannya dengan telekinsesis atau semacamnya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurut saya, hal tersebut bukan telekinesis. Tetapi cenderung ke ELECTROKINESIS yaitu kemampuan untuk mengendalikan listrik. Kebetulan itu diluar jangkauan saya. Mungkin google dapat membantu Anda..

      Hapus
  4. mas saya mau tanya , saya kan coba memakai telekinesis di online yaitu telekinesis test trus kenapa time remainingnya cepet banget ya mas

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya kurang tahu. Mungkin anda berhasil..

      Hapus
  5. saya Catur Dian Saputro dari Purwodadi,Jateng
    saya mau tanya gan, dulu kan saya pernah belajar ilmu "telekinesis" dari orang negara "A" ,memang saya akui harus ekstra fokus + tenang, dan itu memang ada rasa sakit dikepala (bukan pusing) yang saya rasakan ,sampe beberapa bulan ,tiap malam saya begitu terus,sampe akhirnya saya "sedikit" bisa menggunakannya, ya walaupun cuman bisa ngegerakin sendok ...

    yang jadi pertanyaan, " apakah ada hubungannya dengan felling di kehidupan sehari* kita? soalnya ,setelah saya renungi kembali kejadian* lampau, felling saya "hampir" tidak pernah meleset,.. bahkan sampai sekarang
    tapi, itu malah menyiksa saya gan, soalnya pas saya punya pacar,saya sering naruh felling negatif ,dan setelah saya selidiki,ternyata benar* dia(pacar saya) udah ngelakuin hal yang saya pikirkan...
    gelisah gan tiap hari gini
    kadang mikir,ini anugerah apa kutukan yak hehe 😁
    terimakasih gan 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. ada hubungan antara feeling dengan keseharian, tetapi itu tergantung dengan karakter seseorang. Jika dia sering berprasangkan baik, maka akan jadi hal yang positif dan juga sebaliknya. Maka dari itu kita harus sering berprasangka baik agar menghasilkan energi yang positif.

      Hapus